l AHYADIN RITE AMBALAWI Islam Mosque 3
TERIMAKASIH BANYAK ATAS KUNJUNGAN ANDA SEMOGA BERMANFAAT
 

Sabtu, 14 Desember 2024

JUDUL E-JOUNAL AHYADIN


 NO. JUDUL E-JOUNAL LINK AKSES TAHUN TERBIT
1 Ragam Disfungsi Dalam Keluarga Di Kota Bima https://ejournal.iaimbima.ac.id/index.php/sangaji/article/view/490 2020
2 Konsep Ta’aruf Sebelum Pernikahan Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Perspektif Imam Syafi’i https://ejournal.iaimbima.ac.id/index.php/sangaji/article/view/2020 2023
3 Manual Book For Ta’aruf JMS-Sakinah 2021
Dari Karya diatas, Saya buatkan Layanan Pencarian Perjodohan, Sejumlah 715 Member yang Terdaftar, Ada 110 Member atau 55 Pasangan yang berhasil Menikah Melalui Layanan Tersebut, Sementara 101 Member Mendapatkan Jodohnya di luar Platfor Perjodohan.

Selasa, 02 Mei 2023

PROFIL PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH KOTA BIMA OLEH AHYADIN

 Pondok Pesantren Darul Hikmah merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Kota Bima dan Pondok Pesantren yang tertua se-pulau Sumbawa.


Didirikan Oleh Tuan Guru Kyai H. Abdurahman Idris pada tahun 1974 Masehi atau 1394 Hijrah Sebagai pondok pesantren. 


Beliau Salah satu ulama dari bima yang menjadi tenaga pengajar di Masjidil Haram Makkah dan Darul Ulum Addiniyah Makkah Al-Mukaromah


Lokasi pesantren berada di pinggiran Kota bima terletak di Jalan lintas soncolela, Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Provinsi Nusa tenggara Barat. 


Dengan didukung oleh lingkungan yang asri, 

Pondok pesantren darul hikmah Lahir sebagai lembaga pendidikan yang memadukan nilai pengabdian dan ke islaman yang berbasis pada ilmu-ilmu dan nilai keunggulan dalam pendidikan  yang memiliki pengantar yang berbasis Al-Quran. tujuan besar dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul, menjadi tempat ibadah, serta menjadi sumber ilmu pendidikan Islam, bahasa Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan umum dengan tetap berjiwa pesantren.


Darul hikmah berkomitmen untuk mengasuh generasi yang bertaqwa, berkualitas, mandiri, dan kreatif dengan asas kekeluargaan dan kebersamaan.

dengan tujuan untuk mencetak generasi yang memiliki integritas sesuai dengan nilai-nilai Al-Quran, menghasilkan generasi yang berilmu amaliah, beramal ilmiah serta berakhlakul karimah


Darul hikmah yang bermakna rumah kearifan, sebagai lembaga sosial nilai-nilai Agama yang bertujuan membentuk kader muslim sejati yang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan sebagai penegak agama dan negara


Saat ini Pondok Pesantren darul hikmah menyelenggarakan tingkat sekolah formal mulai dari tingkat Raudhatul Athfal atau (TK), Madrasah Ibtidaiyah atau (SD), Madrasah Tsanawiyah atau (SMP), dan Madrasah Aliyah atau (SMA). Dengan santri yang berdatangan menimba ilmu berasal dari berbagai daerah diantaranya kota Bima kabupaten bima, kabupaten Dompu hingga Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Dengan didukung oleh staf pengajar uztadz dan uztadzah serta guru yang kompeten pada bidang pelajarannya masing-masing. dengan latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren modern.


Pondok Pesantren darul hikmah menyediakan berbagai program  madrasah diantaranya Program Tahfidzul Qur'an, Tahfidzul Hadits, Kaligrafi,  belajar bahasa Arab, Inggris, Latihan pidato 3 bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia),  kegiatan konsulat, halaqah Qur'an, dan Muhadhoroh. 


Tersedia juga berbagai fasilitas seperti ruang kelas yang nyaman, lab komputer, perpustakaan, Ruangan Tenis Meja, lapangan olahraga, Masjid, Musholla, asrama yang nyaman, dan lainnya.


49 Tahun merupakan perjalanan yang panjang semangat dakwah dan keteguhan prinsip para masyayikh darul hikmah membuat kami menjaga keistiqoMahan, keikhlasan, ketabahan dan kesederhanaan untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keagamaan.


Pendidikan agama yang kuat adalah bekal yang berharga sebelum menjalankan kehidupan yang sesungguhnya ditengah masyarakat.


Kami bukan hanya mengajarkan namun kami mendidik mental, menjaga hati, untuk menjadi insan yang berkepribadian islami sesuai ajaran Nabi Muhammad Saw karena pesantren adalah tempat mendidik hati.

Kamis, 03 Februari 2022

Khutbah Jum'at Bulan Rajab

 Khutbah Jumat: Tiga Hal Penting di Bulan Rajab

Khutbah I


اْلحَمْدُ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ لِلّٰهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللّٰه وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللّٰه وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللّٰه وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

صَدَقَ اللّٰهُ العَظِيمْ


Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,


Alhamdulillah, pada bulan ini kita masih berada di bulan mulia, yaitu bulan Rajab 1440 H. Perlu kita syukuri karena Rajab termasuk bulan yang mulia. Kata Rajab berasal dari kata “tarjib” yang bermakna agung dan mulia. Allah SWT memberikan keistimewaan terhadap Rajab di antara bulan-bulan lain yang juga menyandang predikat mulia, yaitu Muharram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah, dan Rajab. Bulan Rajab adalah bulan yang penuh rahmat, anugerah, dan kebaikan dari Allah SWT.


Menurut Syekh Abdul Qodir Al Jailani dalam kitab al-Ghuniyah, Rajab terdiri dari tiga huruf, yaitu Ra’, Jim, dan Ba’. Ra’ adalah Rahmatullâh (rahmat Allah), Jim adalah Jûdullâh (kemudahan Allah), dan Ba’ adalah Birrullâh (kebaikan Allah). Maksudnya, mulai awal hingga akhir bulan Rajab, Allah SWT melimpahkan tiga anugerah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu limpahan rahmat, kemudahan, dan kebaikan dari Allah SWT. Ini menunjukkan kemuliaan dan keagungan dari bulan Rajab.


Kemuliaan bulan Rajab semakin bertambah dengan peristiwa monumental  isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad SAW dari dari Masjidil haram  Makkah menuju masjidil Aqsho Palestina. Kemudian dilanjutkan dari masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah SWT sang pencipta Alam semesta. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Isra’ ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ


Artinya: Maha-Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.


Peristiwa tersebut juga mendapat penjelasan dalam Shahih Bukhari,  juz 5 halaman 52. Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT.  Allah SWT memerintahkan Nabi untuk melaksanakan shalat fardlu sebanyak lima puluh rakaat setiap hari. Nabi menerima dan kemudian kembali pulang, dalam perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa AS, Nabi Musa mengingatkan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan mampu dengan perintah shalat lima puluh kali sehari, Nabi Musa mengatakan, umatku telah membuktikannya. Lalu meminta kepada Nabi Muhammad untuk kembali pada Allah SWT, mohonlah keringanan untuk umatmu. Kemudian Nabi menghadap kepada Allah dan diringankan menjadi shalat sepuluh kali. kemudian Nabi Muhammad kembali kepada Nabi Musa, dan Nabi Musa mengingatkan sebagiamana yang pertama.  Kembali Nabi menghadap Allah hingga dua kali, dan akhirnya Allah mewajibkan shalat lima waktu. Nabi Muhammad kembali pada Nabi Musa, Nabi musa tetap mengatakan bahwa umatmu tidak akan kuat wahai Nabi Muhammad, Nabi Muhammad menjawab, saya malu untuk kembali menghadap pada Allah SWT. Saya ridho dan pasrah kepada Allah SWT.


Peristiwa isra’ dan mi’raj yang terjadi di bulan Rajab semakin menambah terhadap kemuliaan bulan ini, lalu amalan apa yang perlu dilakukan dalam bulan Rajab yang mulia ini?


Pertama adalah melakukan puasa sunnah di bulan Rajab. Terkait kesunahan puasa di bulan Rajab ini terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sahih Muslim juz 2 halaman 811:

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ، عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، يَقُولُ: " كَانَ رَسُولُ الِلّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ "


Artinya: “Utsman bin Hakim berkata: saya bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang puasa Rajab, ketika itu kami berada di bulan Rajab. Sa’id menjawab: saya mendengar Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga beliau berpuasa, dan beliau tidak berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga beliau tidak puasa.”


Menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah An-Nawawi ‘ala Muslim juz 8 halaman 38, hadits di atas tidak menunjukkan larangan khusus atau kesunahan khusus puasa di bulan Rajab. Karena itu, kesunahan puasa di bulan Rajab melihat terhadap dua aspek, pertama  hukum asal puasa hukumnya adalah sunnah.  Kedua, perintah Nabi yang menganjurkan puasa di bulan-bulan mulia, bulan Rajab adalah salah satunya.  Imam ats-Tsauri sebagaimana dikutip Ibnu Rajab dalam kitab Lathaiful Ma’arif juz 1 halaman 119 menyatakan: “Aku amat menyukai amalan puasa di bulan-bulan haram (mulia).  Hal ini telah dipraktikkan oleh sebagian ulama salaf yang berpuasa di setiap bulan yang mulia, seperti Ibnu Umar, Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq as-Sabi’i.”


Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,


Kedua, selalu menjalankan kewajiban shalat lima waktu tepat pada waktunya. Musthafa As Siba’i dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah, Durus wa ‘Ibar, jilid 1 halaman 54 menjelaskan bahwa jika Nabi melakukan isra’ dan mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mu’jizat, maka sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi’roj) kepada Allah SWT lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’. Dengan shalat yang khusyu’, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga ia malu untuk menuruti syahwat dan hawa nafsu, malu untuk berkata kotor, malu untuk mencaci orang lain, malu untuk berbuat bohong, dan sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan.  Hal tersebut demi untuk mengagungkan keesaan Allah, kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi makhluk Allah yang terbaik di muka bumi ini.

 

Ketiga, Rajab adalah bulan yang tepat untuk bertobat dari segala maksiat. Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathaiful Ma’arif juz 1 halaman 122 menganjurkan umat manusia untuk bertobat di bulan Rajab yang mulia ini. Beliau mengatakan: “Putihkanlah lembaran hitammu di bulan Rajab, dengan amal baik yang menyelamatkanmu dari api yang melalap.”


Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab al-Ghuniyah menjelaskan ada tiga syarat agar tobat kita diterima oleh Allah SWT. Pertama, menyesali kesalahan dan kemaksiatan yang telah kita perbuat. Kedua, meninggalkan setiap kesalahan di mana pun dan kapan pun. Ketiga, berjanji untuk tidak mengulang dosa dan kesalahan. Ketiga syarat tersebut harus kita laksanakan agar tobat kita benar-benar diterima oleh Allah SWT.


Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,


Mengapa kita perlu memperhatikan bulan Rajab yang mulia ini? Karena Bulan Rajab adalah bulan yang mulia. Berdoa pada Allah di bulan ini tidak akan sia-sia. Sungguh beruntung seseorang yang memperbaiki amalan, menjauhkan diri dari perbuatan keji dan kemungkaran. Beramal di bulan ini bagaikan mendapatkan emas mulia, memanfaatkan waktu dengan taat merupakan hal yang utama.


Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan para jamaah sekalian. Wahai hamba Allah, raihlah (kebaikan) bulan Rajab dan kembalilah ke jalan Allah, Ampunan Allah akan diberikan pada hamba yang bertobat.  Di bulan ini pintu-pintu ampunan Allah telah terbuka, segeralah bertobat dan menyambutnya.


Syekh Dzunnun Al-Mishri sebagaimana dikutip Syekh Abdul Qadir dalam kitab al-Ghuniyah juz 1 halaman 326 mengatakan, Rajab adalah bulan untuk meninggalkan kejelekan, Sya’ban adalah bulan untuk menambah ketaatan, Ramadhan adalah bulan untuk menjemput kemuliaan. Seseorang yang tidak meninggalkan kejelekan, tidak melaksanakan ketaatan, tidak menjemput kemuliaan, maka ia adalah pengikut setan.  Na‘ûdzu billâhi min dzâlik.


Selain itu, Rajab adalah bulan bercocok tanam, Sya’ban bulan untuk menyiram, dan Ramadhan adalah bulan panen hasil bertanam. Setiap orang akan menuai apa yang ia tanam, setiap orang akan menuai perbuatannya. Siapa pun yang tidak menghiraukan tanamannya, ia akan menyesal di hari pembalasan.


Di Bulan Rajab ini, semoga kita menjadi hamba yang terhindar dari segala kejelekan dan kemaksiatan, selalu beruntung dengan melakukan banyak ladang amal ibadah, mendapatkan pahala amal ibadah yang berlipat dan selalu mendapatkan ridha dari Allah SWT.  Aamiin ya rabbal ‘alamiin.

جَعَلَنا اللّٰهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِالِلّٰهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا


باَرَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ


Khutbah II


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا


أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اَللّٰهُـمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اَللّٰهُـمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ أَكْبَرْ

Rustam Ibrahim, Dosen UNU Surakarta





KHUTBAH JUMAT© Mung Media

Jumat, 14 Januari 2022

Kumpulan Link Grup - Grup Facebook Dakwah Manhaj Salaf - @2022, Yuk Gabung

 Jika ingin memperbaiki dirimu awalilah dengan memperbaiki agamamu, mulai dari agama maka hidup akan menjadi lebih baik.

mencari teman yang baik disaat ini sangatlah sulit, dengan adanya pergaulan bebas yang sedang trend disemua kalangan mulai dari anak-anak hingga remaja membuat teman yang baik dalam beragama sulit didapatkan dikalangan masyarakat.

Mencari teman dalam satu tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah merupakan salah satu cara menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan bergabung ke grup Facebook dakwah kajian islam, mottivasi hijrah adalah cara terbaik dalam mencari dan menambah wawasan terkait Agama Islam. Oleh karnanya kami akan memberikan informasi kepada anda semua terkait link grup Facebook dakwah yang tentunya grup ini akan memberikan manfaat yang sangat besar dalam mencapai tujuan, menjadi pribadi yang lebih baih, pribadi yang lebih dekat dengan Agama, pribadi yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Silahkan pilih ling grup Facebook dakwah dibawah ini yang sesuai dengan apa yang anda inginkan. Semoga dengan anda mengikuti grup Facebook dakwah menjadikan anda semakin taat kepada Allah dan Rasulnya.

GRUP - GRUP FACEBOOK KAJIAN SALAF

1. Kajian Ustadz Khalid Basalamah     GABUNG GRUP

2. Kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah    GABUNG GRUP

3. Kajian Ustadz Firanda Andirja       GABUNG GRUP

4. Mulia Dengan Sunnah       GABUNG GRUP

5. Jodohku Manhaj Salaf        GABUNG GRUP

8. Nasehat Ustadz Salafi      GABUNG GRUP

9. DAKWAH SUNNAH "Manhaj Salaf"     GABUNG GRUP

10. Ustadz Khalid Basalamah & Syafiq Riza Basalamah       GABUNG GRUP  

11. Dr. Syafiq Riza Basalamah, LC.Ma      GABUNG GRUP

12. Poster Nasehat Salaf       GABUNG GRUP

Kajian merupakan aktifitas mengkaji yang dilakukan seseorang untuk memperdalam serta memperjelas suatu pembahasan baik dalam segi pendidikan maupun dalam hal agama.

Dakwah adalah aktifitas mengajak orang lain untuk lebih memahami serta beramal apa yang telah diyakininya.

Jadi orang yang berdakwah adalah orang yang mengajak tentang pemahaman apa yang diyakini salah satunya dalam urusan agama, jadi orang yang berdakwah adalah orang yang mengajak dalam kebaikan dan berusaha mengajak untuk mengamalkan kebaikan-kebaikan yang ada didalam ajaran agama.

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bemanfaat bagi kita semuanya..Aamiin Ya Rabbal Alamin.


Senin, 07 Desember 2020

Update Jadwal Ujian Skripsi Mahasiswa Hukum Keluarga Islam IAIM Bima

Jadwal Ahyadin dan Sarjan



Jadwal Muhammad Arfan dan Merri Lestania





Jadwal Ujian Skripsi Lilis Suryani dan Mijratun Fitriani



Jadwal Ujian Skripsi  Muhammad Al Faizun dan Nurfitriani


Sisa yang bekum ujian mahasiswa Hukum keluarga Islam adalah Sukmawati, Subroto, Darmin dan Jainudin.

Jumat, 06 November 2020

PPT - Presentasi proposal sukmawati, mahasiswa hukum keluarga Islam di fakulatas syariah IAIM Bima

                                                                     

                                                                    DONWLOAD

Minggu, 20 September 2020

Urgensi ta'aruf

Syariah mengajarkan bahwa tindakan apa pun yang kita ambil dalam kehidupan tidak boleh disertai dengan keraguan, apalagi dalam masalah pernikahan. Ibadah yang dijuluki oleh Rasulullah saw dengan nishfuddin atau setengah agama karena arti pentingnya yang luar biasa ini, tentu harus disertai dengan keridhaan menerima pasangan, kemantapan hati untuk bersam si "dia" melangkah bersama dan perasaan lapang dada.


Meskipun pernikahan barakah yang kita dambakan tidak didahului dengan pacaran sebagai ajang kenal-mengenal sebelum menikah, bukan berarti kita dilarang mengenal calon pasangan sebagai satu sarana pemantapan hati. Beberapa hal berikut ini membuka wawasan kita tentang urgensi taaruf.


Taaruf menjelang pernikahan justru sangat penting karena kita tidak diajari untuk "membeli kucing di dalam karung". Kita harus yakin bahwa "si dia" yang kita terima sebagai calon teman hidup sepanjang hayat adalah si dia yang kita kenal dari beberapa sisi-sisi yang prinsip (karena tidak mungkin mengenal dari seluruh sisi, ini bisa disambung nanti setelah pernikahan, diseluruh usia pernikahan). 


Misalnya, sisi din dan akhlak, sisi wajah (agar tak keliru menunjuk sang calon ketika dia bersilaturrahmi ke rumah orang tua), atau sisi latar belakang sang calon dan keluarganya. Taaruf diperlukan agar tahu bentuk rupa dan penampilannya.


Taaruf adalah jembatan yang memperdekat jarak agar bisa melihat dengan lebih gamblang, apakah si calon memang cocok, atau justru kita, setelah taaruf, lebih jernih melihat akan ada banyak hal yang dipaksakan bila kita tetap berniat untuk menikah dengannya. Taaruf membantu untuk mantap menentukan keputusan, terus berlanjut atau berhenti di sini atau lebih ada di zona tengah, mengumpulkan dan menimbang lebih banyak data agar keputusan yang akhirnya kita ambil adalah keputusan terbaik, menurut Allah swt dan atas ikhtiar kita.


Taaruf juga mempersempit peluang penyesalan setelah menikah. Dengan taaruf, setidaknya, kita telah mengenal wajahnya, tak hanya lewat foto atau cerita dari pihak ketiga dan diharapkan kita merasa nyaman dengannya. Kita juga telah melihat warna kulitnya, data-data pribadinya dan hal-hal umum atau khusus yang berkaitan dengannya.


Semua itu diharapkan agar penerimaan kita terhadap pasangan adalah penerimaan yang diiringi dengan kesadaran penuh, tidak atas dasar paksaan dari orang lain. Juga kita tak layak bersandar pada asumsi, misalnya, "Ah, tak apa-apalah tak bertemu dengannya, tak apa-apa juga tidak melihat wajahnya, aku ikhlas karena Allah. 


Bila memang ini takdirku, meski aku tak taaruf, tentu aku kan bahagia hidup bersamanya." Tentu saja ini masalah pilihan yang konsekuensinya harus disadari penuh. Tapi bahwa syariat tidak boleh dibangun atas dasar asumsi, itu juga harus kita ketahui. Nash syariat adalah nash yang pasti, tidak didasari pada selera seseorang atau pilihan karena cara pandangnya.


Taaruf dimaksudkan pula untuk menyederhanakan masalah yang mestinya memang sederhana, tidak berbelit-belit atau rumit. Terkadang banyak yang mesti dicatat ketika taaruf dan banyak pula pertanyaan yang diajukan. Jawaban yang diinginkan pun diharapkan detail dan serbagamblang. Padahal, keberhasilan sebuah pernikahan, tidak semata-mata ditentukan oleh taaruf yang Panjang dan lama, taaruf yang 'sederhana' bisa jadi akan membuka pintu-pintu yang lain yang lebih barakah, agar pernikahan islami yang didamba menjadi semakin indah.

Senin, 24 Agustus 2020

Download Gratis file perlengkapan skripsi Ahyadin

Berikut file file yang berkaitan dengan perlengkapan skripsi Ahyadin..

 1. Panduan transliterasi.               Download 2. Cover Skripsi. Download

3. Motto.     Download

 
AHYADIN RITE AMBALAWI © 2016-2020